Categories
Pusat

Terlibat Dalam Rencana Tuhan

(Luk 1:26-38)

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia (ay. 38).

Satu hal yang mustahil apabila seorang perempuan yang masih perawan mengandung. Namun yang mustahil dapat menjadi kenyataan apabila Tuhan berkehendak. Hal inilah yang terjadi pada Maria. Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung bayi padahal Maria belum bersuami. Tentu saja pernyataan ini membuat Maria heran. Baginya hal ini sangat tidak mungkin.

Disamping keheranan, Maria pun mengetahui konsekuensi apabila dirinya hamil padahal belum bersuami. Menurut Ulangan 22:23-24, seorang perempuan yang ketahuan hamil namun belum bersuami maka ia akan mendapatkan hukuman dengan cara dilempari batu sampai mati.

Namun apakah reaksi Maria ketika mendengar berita ini? Ia memilih untuk percaya perkataan Malaikat Gabriel dan siap untuk menanggung konsekuensi atas apa yang terjadi pada dirinya. Maria adalah seorang perempuan yang masih muda namun ia memiliki iman yang luar biasa. Ia percaya apa yang terjadi atas dirinya adalah rencana Allah. Oleh karena itulah Maria berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Maria adalah seorang yang beriman. Iman terkadang membutuhkan penundukkan ratio. Ketika rencana Allah dinyatakan walaupun melampaui pemahaman, hendaknya kita mengingat akan kuasa Allah. Allah yang berkuasa dapat melakukan segala perkara. Oleh karena itu, kita perlu melatih hati kita untuk percaya kepada-Nya dalam segala keadaan.

Melalui iman dan ketaatan Maria, ia telah menjadi bagian dari rencana keselamatan Allah bagi manusia. Yesus Kristus lahir melalui rahim Maria. Yesus Kristuslah Sang Juruselamat yang hadir untuk memberikan pengampunan dosa dan keselamatan. Oleh karena itulah, mari kita percaya kepada-Nya. Ia-lah yang akan memberikan hidup kekal kepada kita. (am).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *