Categories
Pusat

Tabur Tuai

Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin” (Ams 22:8-9).

Di dalam pemahaman iman Kristen, hukum tabur tuai merupakan hal yang penting untuk di mengerti. Hukum tabur tuai memberikan pemahaman bahwa  apa yang dilakukan manusia hari ini, akan ia tuai di kemudian hari. Sebagai contoh: ketika kecil, kita ditanamkan oleh orang tua agar selalu berbuat kebaikan dan mengajak kita mendekatkan diri dengan Tuhan maka ketika anak itu menjadi besar maka ia dapat menjadi seorang yang takut akan Tuhan. 

Di jaman sekarang, orang tua banyak yang lalai dan lupa membawa anaknya mendekatkan diri kepada Tuhan. Tidak heran ketika anak itu menjadi dewasa maka ia dapat menjadi anak yang liar dan tidak peduli dengan kebenaran. Jadi apabila kita melihat seorang remaja begitu nakal dan kurang ajar maka kita perlu melihat bagaimanakah kehidupannya di keluarga. Apa yang diajarkan orang tua kepadanya? Apakah orang tua sudah memberikan teladan yang baik kepadanya sejak dari kecil?

Hukum tabur tuai tetap akan berlaku selama bumi ini masih ada. Hukum ini  berlaku selama manusia yang menabur itu hidup. Apabila manusia tersebut meninggal, maka tidak berlaku lagi hukum tersebut atasnya. Namun demikian, dampak dari hasil menabur dapat dialami oleh anggota keluarga yang meninggal. Mereka menuai dari apa yang ditabur dari yang meninggal, 

Alkitab mengatakan kunci menuai adalah menabur. Ini berarti setiap orang harus berhati-hati dan tidak sembarangan dengan apa yang ia tabur. Tabur hal yang jelek maka ia bisa mendapatkan sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, mulailah menabur kebaikan dan menjauhi segala bentuk kejahatan yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dan buang jauh-jauh rasa curiga, cemburu atau ingin menang sendiri. Menabur kebaikan dan menolong orang lain yang membutuhkan akan mendatangkan kebaikan juga.

Dengan demikian kita dapat mengerti bahwa hukum tabur tuai adalah segala sesuatu yang kita lakukan akan   membawa akibat. Alasannya adalah (1) Allah adalah Allah yang telah memberi kehendak pilihan bebas kepada manusia. Oleh sebab itu apa yang diterima “tergantung” di tangan manusia itu sendiri, (2) Allah adalah Allah yang adil sehingga dalam kenyataan hidup saat ini maka berlaku hukum tabur tuai. Orang yang bekerja keras pasti diberkati, tetapi yang malas tidak pantas diberkati.

Oleh karena itu manusia perlu berhati-hati dan bertanggung jawab atas setiap perbuatannya. Selama hidupnya ia berada di medan pergumulan antara memilih yang jahat atau yang baik. Keberuntungan atau kemalangan. Kehidupan atau kebinasaan. Oleh sebab itu janganlah menjadi orang yang bodoh, tetapi milikilah hikmat. (am).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *