Categories
Pusat

Jangan Menjadi Sahabat Dunia

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah (Yak 4:4).

Yakobus mengingatkan kepada orang-orang Yahudi Kristen yang ada di perantauan untuk mereka tidak menjadi sahabat dari dunia ini. Menjadi sahabat dunia berarti memiliki kehidupan yang sama dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah atau kehidupan dalam dosa. Yakobus menekankan kehidupan dalam dosa merupakan permusuhan dengan Allah. Hal ini dikarenakan Allah adalah Allah yang kudus sehingga tidak dapat bersatu dengan dosa. Jadi manusia yang mau menjadi pengikut-Nya tidak akan bisa menjadi pengikut dunia juga. Manusia harus memilih dengan siapa ia bersahabat. Allah atau dunia.

Yakobus mengambarkan orang yang menjadi sahabat dunia sebagai orang yang tidak setia. Kata “setia” yang dipakai merujuk pada kondisi di Perjanjian Lama dimana orang Israel sebagai orang yang tidak setia kepada Allah. Mereka telah berubah setia dengan menyembah ilah-ilah lain dan melakukan tindakan-tindakan dosa. Bangsa Israel mencoba untuk melayani Allah sekaligus Baal. Oleh karena itu betapa Allah murka akan ketidaksetiaan mereka. Orang-orang Kristen yang dimaksudkan oleh Yakobus adalah mereka yang ingin berhasil dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di masyarakat, tetapi secara bersamaan mereka adalah para pengikut Yesus. Bukan berarti mereka tidak boleh menjadi berhasil namun penekanannya adalah siapakah yang lebih utama antara Tuhan dengan jabatan yang mereka miliki. Ia tidak boleh kompromi dengan dunia untuk mendapatkan keberhasilan.

Untuk itulah kita perlu berhati-hati memilih “sahabat”. Seorang yang memiliki sahabat maka sahabat tersebut dapat memengaruhinya dalam hal pikiran, perkataan dan tindakan. Apabila ia menjadi sahabat Allah maka ia tidak membiarkan pandangan dan falsafah dunia memengaruhinya. Ia tidak akan mengorbankan kebenaran namun menjadi pelaku kebenaran. Ia akan membenci dosa. Ia akan menjadi pelaku firman yang setia.

Persahabatan dengan Allah harus terus dibangun dan dijaga. Untuk itulah kita perlu memiliki hubungan pribadi yang baik dengan Allah. Melalui waktu teduh tiap-tiap hari, setia berdoa dan membaca firman Tuhan, serta hidup yang dipimpin Roh Kudus akan membantu kita semakin serupa dengan-Nya. Semakin dekat dengan-Nya membuat kita akan semakin memiliki hidup yang jauh dari dosa. Mari kita menjadi pengikut Kristus yang setia. (am).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *