Categories
Pusat

Ketaatan Mendatangkan Keselamatan

(Fil 2:5-11)

Dan dalam keadaan sebagai manusia, ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (ay. 8).

Jemaat Filipi menghadapi permasalahan dari luar dan dalam. Dari luar dengan adanya penganiayaan dan dari dalam dengan adanya perselisihan antar jemaat dan guru-guru palsu yang memberikan pengajaran yang salah. Oleh karena itulah, Rasul Paulus menuliskan surat penggembalaannya bagi mereka. Rasul Paulus menggunakan perbuatan Tuhan Yesus sebagai contoh dengan maksud supaya mereka meneladani-Nya.

Rasul Paulus memberikan nasehat supaya jemaat Filipi memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Tuhan Yesus telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Ia adalah Tuhan yang tidak terbatas namun Ia rela menjadi manusia yang terbatas. Hal ini dilakukan demi kasih-Nya kepada manusia. Namun tidak hanya sebagai manusia, Ia pun menurunkan lagi derajatnya dengan menyamakan diri-Nya sebagai hamba. Seorang hamba tidak mempunyai hak atas hidupnya sendiri. Oleh karenanya Ia rela menjalani jalan salib (via dolorosa). Semua dilakukan-Nya supaya manusia berdosa mendapatkan pengampunaan dosa dan keselamatan.

Ketaatan sampai di kayu salib dimulai dari ketaatan-Nya lahir sebagai manusia. Ia berinkarnasi menjadi manusia. Kelahiran-Nya menandakan belarasa Allah bagi manusia. Oleh karena itulah, Paulus meminta jemaat Filipi untuk tidak berseteru namun mau menyatakan kasih dan kepeduliaan kepada sesama.

Hari ini kita memasuki Minggu Adven 2. Tidak lama lagi kita akan bersama-sama beribadah dan merayakan Natal pada tanggal 24 dan 25 Desember. Apakah kita akan mengajak saudara atau rekan kita untuk hadir? Mari kita undang mereka hadir. Kita berdoa agar setiap yang hadir dapat mengalami keselamatan dari Allah. Mereka dapat mengalami natal yang sesungguhnya. (am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *