Categories
Pusat

Persembahan Hati

(1 Sam 15:20-23)

Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan (ay. 22b).

Setiap kali mengikuti ibadah, kita diberi kesempatan untuk memberikan persembahan. Ketika kantong persembahan diedarkan, berapakah jumlah uang yang kita masukkan? Apakah dengan memasukkan uang dengan jumlah yang besar akan membuat Tuhan pasti senang?

Apabila kita melihat peristiwa yang terjadi dengan Raja Saul maka kita melihat bahwa Tuhan memandang kesungguhan mendengar suara Tuhan, memperhatikan setiap firman-Nya dan taat melakukan apa yang Tuhan kehendaki merupakan hal yang terpenting bagi setiap umat-Nya.

Saul berhasil menang perang melawan bangsa Amalek. Ia berhasil menumpas semua orang Amalek. Namun ia tidak melakukannya terhadap Raja Agag, raja bangsa Amalek. Ia menangkapnya hidup-hidup. Ia pun tidak membunuh semua hewan yang ada bersama dengan bangsa Amalek. Hewan-hewan yang terbaik tidak dibunuhnya. Ia berencana memberikan hewan-hewan tersebut sebagai persembahan bagi Tuhan. Sepertinya apa yang dilakukan Saul itu baik karena ia ingin memberikan persembahan korban yang terbaik kepada Tuhan. Namun apakah Tuhan senang dengan persembahannya?

Sebelum berperang, Tuhan sudah mengatakan kepada Saul bahwa Ia lah yang akan memimpin perperangan. Tuhan akan memberikan kemenangan kepada Saul dan bangsa Israel, namun Tuhan memberikan perintah untuk membunuh setiap orang dan setiap hewan yang ada. Perintah Tuhan sudah sangat jelas. Namun ternyata Saul tidak melakukan perintah Tuhan dengan baik. Hal inilah yang membuat Tuhan marah kepada-Nya dan menolak Saul sebagai raja.

Melalui peristiwa ini kita belajar bahwa sangat penting untuk taat akan perintah Tuhan. Untuk itulah kita perlu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah Tuhan. Mendengar dan taat tidak boleh karena terpaksa namun menyadari bahwa setiap perintah Tuhan adalah yang terbaik.

Memasuki tahun 2020, marilah kita berkomitmen untuk belajar mendengarkan suara Tuhan, salah satunya melalui kotbah di dalam ibadah. Kita berikan hati kita sepenuhnya untuk mendengarkan Tuhan berbicara. Tuhan senang akan setiap kita yang mendengarkan dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh ketika Ia berbicara. (am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *